Kantor Desa Cemani

Kantor Lurah Desa Cemani beralamat di Jl. Batik Keris , PHONE : 0271.741428

Pendopo Kelurahan Desa Cemani

Digunakan untuk pertemuan atau acara di desa cemani

Perangkat Desa Cemani

Pegawai pemerintahan di desa cemani

Pelayanan di Kelurahan Cemani

Ada berbagai pelayanan surat pengantar di desa cemani

Senin, 29 Februari 2016

Wisata Sukoharjo, Curug Krajan yang terletak di perbatasan Sukoharjo-DIY kian diminati masyarakat.

Solopos.com, SUKOHARJO — Curug Krajan di pegunungan di Gunung Kidul, DIY, membawa berkah tersendiri bagi warga Bronggang, Krajan, Weru, Sukoharjo dan sekitarnya sejak objek wisata tersebut dikenal masyarakat luas sejak awal Januari lalu. Warga membuka berbagai usaha di objek wisata yang paling mudah diakses melalui Bronggang itu.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (28/2/2016), air terjun kembar di lokasi ramai dikunjungi setiap Minggu. Saat sangat ramai pengunjung bisa mencapai ribuan orang. Pengunjung dari berbagai daerah, seperti Boyolali, Solo, Wonogiri, dan sekitarnya.
Sebanyak 23 usaha terdapat di area sebelum masuk ke air terjun, seperti rumah makan berbagai masakan, bakso bakar, berbagai minuman, arena bermain anak-anak, dan lainnya. Sebagian besar pedagang merupakan warga warga Bronggang.
Jumlah tersebut belum termasuk pedagang yang menggunakan sarana sepeda motor atau sepeda kayu, seperti pedagang suling, es, dan lainnya.
Pantauan Solopos.com, Minggu, ratusan pengunjung dari anak-anak hingga orang dewasa memadati Curug Krajan. Banyak dari pengunjung yang beristirahat di berbagai tempat usaha di hamparan pegunungan area masuk curug. Mereka menikmati makanan dan minuman di warung-warung dari bambu itu.
Pedagang nasi pecel, Santiyem, saat ditemui Solopos.com di warungnya, mengaku membuka warung sejak area objek wisata alam tersebut ramai dikunjungi. Dia tak menyangka air terjun yang tercipta secara alami sejak zaman dahulu itu bisa dikenal masyarakat luas.
Padahal, sebelumnya hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Bahkan, dulu curug hanya menjadi tempat pacaran. Santiyem pun tak mau menyia-nyiakan peluang dengan membuka warung makan. Dia berjualan setiap Minggu karena pengunjung ramai pada hari itu.
“Hasilnya lumayan, bisa buat tambah-tambah,” kata perempuan paruh baya itu.
Peluang Usaha
Selain menciptakan peluang usaha makanan, dikenalnya Curug Krajan juga membuka peluang usaha tempat parkir. Para pemuda Bronggang berinisiatif membuka usaha jasa itu di tepi jalan masuk objek wisata di Dukuh Bronggang.
Salah satu pengurus tempat parkir, Farid, 23, bersyukur kini tempat bermainnya semasa kecil itu dikenal masyarakat luas. Dia menilai banyak orang tahu Curug Krajan dari berita di media onlinetermasuk Solopos.com yang lalu disebar di Facebook dan media sosial lainnya.
Menurut dia Curug Krajan yang kini menjadi objek wisata menguntungkan warga Bronggang dan sekitarnya meski sebenarnya Curug Krajan secara geografis terletak di Gunung Kidul. Warga merasa diuntungkan karena Curug Krajan paling mudah diakses melalui Bronggang.
“Pas ramai sekali kami bisa meraup pendapatan kotor Rp700.000. Hari selain Minggu bisa dapat Rp50.000. Ini bisa menjadi tambahan buat khas pemuda,” kata Farid.
Salah satu pengunjung Ratna, 20, mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Curug Krajan. Warga Sukoharjo itu kali pertama tahu dari Facebook. Menurut dia air terjun kembar di Curug Krajan keren.
Seperti diberitakan Solopos, 2 Januari lalu, Curug Krajan merupakan surga kecil yang tersembunyi di pegunungan dekat Bronggang, Krajan, Weru. Curug terdiri atas dua air terjun setinggi kurang lebih 3 meter.

Minggu, 28 Februari 2016

Banjir Sukoharjo, BPBD Sukoharjo memetakan tanggul Bengawan Solo yang melintas di Sukoharjo mengalami kritis.

Solopos.com, SUKOHARJO–Sedikitnya belasan lokasi tanggul di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo dalam kondisi kritis. Apabila tak segera diperbaiki dikhawatirkan tanggul itu bakal ambrol selama musim penghujan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Suprapto, mengatakan kondisi tanggul yang rawan ambrol terdapat di wilayah Kecamatan Grogol dan Mojolaban. Selama ini, wilayah itu menjadi daerah langganan banjir saat turun hujan dengan intensitas tinggi.
“Memang ada beberapa lokasi tanggul sungai yang kondisinya kritis dan rawan ambrol. Tanggul sungai mulai retak yang dapat memicu lubang sehingga rawan ambrol,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (26/2/2016).
Dikhawatirkan tanggul sungai ambrol saat terjadi hujan lebat. Otomatis luapan air sungai bakal menerjang permukiman penduduk yang berdeketan sungai. Kondisi ini harus diantisipasi dengan memperbaiki tanggul sungai yang kondisinya kritis.
Para sukarelawan bencana alam yang merupakan warga setempat mendapat tugas khusus untuk memantau kondisi tanggul Sungai Bengawan Solo. Mereka bakal mengecek kondisi tanggul sungai setiap saat.
“Warga di sekitar sungai dilibatkan untuk memantau kondisi tanggul sungai. Apabila kondisi sungai semakin kritis maka kami segera melaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS),” ujar Suprapto.
Biasanya, BBWSBS bakal memperbaiki tanggul sungai yang rusak berdasarkan skala prioritas. Untuk penanganan kondisi darurat, tanggul sungai yang rusak bakal diberi tumpukan karung berisi tanah dan kayu. Sebenarnya kondisi serupa terjadi di talut Sungai Bengawan Solo di wilayah Weru dan Nguter. Namun, talut sungai yang ambrol telah diperbaiki BBWSBS pada tahun lalu. “Kami selalu berkomunikasi intens dengan BBWSBS apabila ada laporan tanggul atau talut sungai yang ambrol. Dalam waktu dekat, kami bakal memetakan kembali tanggul sungai yang kondisinya kritis,” tambah Suprapto.
Kepala Dusun Bacem, Desa Grogol, Heri Suseno, mengatakan talut Sungai Bengawan Solo yang ambrol pada 2012 lalu hingga sekarang belum juga diperbaiki instansi terkait. Padahal, ada beberapa rumah yang letaknya berdekatan dengan talut sungai yang ambrol.
Dia meminta talut sungai yang ambrol itu segera diperbaiki lantaran dapat mengancam keselamatan warga setempat saat terjadi hujan lebat.
“Saya yakin talut sungai yang ambrol bisa menjadi bom waktu apabila tak segera diperbaiki. Air sungai bakal merendam kawasan Solo Baru,” kata dia.